Rabu, 13 Mei 2020

UNHI DENPASAR PEDULI COVID-19

NUNAS ICA DAN SERAHKAN SEMBAKO DI PURA PUSERING JAGAT


                                                                                                                 foto-FB 
PEJENG - Banyak cara dilakukan elemen masyarakat untuk meringankan beban sesama yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah lewat bantuan paket sembako kepada masyarakat. Sebagaimana dilakukan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar yang menyerahkan bantuan (mapunia) paket sembako kepada para Pemangku di sejumlah Pura di seluruh Bali. 

Minggu, 10 Mei 2020

RUMAH DAN FASUM DISEMPROT DESINFECTAN



PEJENG – Begitu tersiar kabar virus corona mulai mengancam Bali, warga Pejeng langsung bergerak serentak melakukan langkah antisipasi lewat penyemprotan desinfectan. Di bawah komando Satgas Covid-19, penyemprotan desinfectan menyasar fasum (fasilitas umum), pasar tradisional hingga ke rumah-rumah warga. Aksi nyata ini mendapat respon positif dari masyarakat untuk mencegah munculnya kasus Covid-19.
Pantauan di lapangan, penyemprotan desinfectan Lihat saja suasana di jaba Puri Agung Soma Negara setiap Minggu pagi, sejumlah warga utamanya generasi muda tampak berbaur dengan anggota Satgas Covid-19 menyiapkan segala keperluan penyemprotan, mulai dari alat semprot hingga mencampur larutan desinfectan.

Jumat, 08 Mei 2020

PEJENG GRATISKAN IURAN AIR MINUM MANDIRI

RINGANKAN BEBAN WARGA TERKAIT  PANDEMI CORONA-19

warta pejeng/ilustrasi 
PEJENG - Pemerintah Desa Pejeng memberikan keringanan pembayaran iuran Air Minum Mandiri kepada para pelanggannya. Kebijakan ini ditempuh mengingat pandemi Covid-29 yang berkepanjangan, menyebabkan banyak warga Pejeng yang terpaksa dirumahkan tanpa gaji atau kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Di sisi lain mereka memikul tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya.

Hal tersebut disampaikan Perbekel Desa Pejeng Tjok. Agung Kusuma Yudha P, dalam surat pemberitahuan No. 01/DP/V2020 yang ditujukan kepada para pelanggan air manidri desa, per tanggal 08 Mei 2020. Dalam surat pemberitahuan ini disebut, sehubungan dengan wabah Covid-19 yang mengakibatkan semua warga masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan, sehingga berdampak pada tersendatnya pembayaran iuran air minum mandiri Desa Pejeng, maka kami memutuskan untuk memberikan keringanan pembayaran iuran untuk bulan Mei dan Juni tahun 2020. 

Jumat, 01 Mei 2020

GELONTOR 1.166 PAKET SEMBAKO



KIAT DESA ADAT JERO KUTA PEJENG ANTISIPASI DAMPAK COVID-19

PEJENG - Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap kehidupan sosial, budaya hingga ekonomi masyarakat. Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas lagi, Desa Adat Jero Kuta Pejeng mengambil kebijakan strategis, menggelontor paket sembako untuk 1.166 KK. Paket sembako tersebut diserahkan langsung Bendesa Cokorda Gede Putra Pemayun, kepada kelihan adat Banjar Intaran, Banjar Puseh, Banjar Pande serta Banjar Guliang, di Jaba Puri Agung Somanegara Pejeng, Jumat 01 Mei 2020.

Sabtu, 25 April 2020

PEJENG KAWASAN WAJIB MASKER


PEJENG - Banyak cara ditempuh Satgas Covid-19 Desa Pejeng untuk memerangi virus corona. Selain menggencarkan sosialisasi, juga mewajibkan penggunaan masker bagi warga yang hendak memasuki wilayah Desa Pejeng. Untuk mengingatkan warga, Satgas Covid-19 memasang spanduk bertuliskan "ANDA MEMASUKI KAWASAN WAJIB MENGGUNAKAN MASKER". Spanduk tersebut dipasang di sejumlah lokasi strategis agar mudah dibaca warga. 

Selasa, 31 Maret 2020

CEGAH COVID-19, GENCARKAN SOSIALISASI


Foto/FB
Satgas Covid-19 gencarkan sosialisasi
PEJENG - Pemerintah Desa Pejeng bersama-sama Prajuru Desa Adat membentuk Satgas GotongRoyong Pencegahan Covid-19. Begitu terbentuk, Satgas Covid-19 ini langsung bergerak cepat, melakukan sosialisasi tentang bahaya dari serangan virus corona kepada seluruh warga serta upaya-upaya pencegahannya. 

Sosialisasi ini gencar dilakukan baik secara langsung lewat selebaran, spanduk, maupun lewat pengeras suara (calling) menggunakan mobil keliling setiap pagi maupun sore hari. Pada intinya, pemerintah mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar waspada terhadap serangan penyakit yang disebabkan Virus Corona-19. Masyarakat diminta tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Selain itu, menjaga jarak fisik (physical distancing), serta mengurangi kegiatan sosial/budaya yang bersifat pengerahan massa (social distancing). Dan yang tidak kalah pentingnya, menghindari rajin cuci tangan menggunakan sabun, hindari menyentuh mata hidung dan mulut, hingga menggunakan masker jika keluar rumah.