Selasa, 30 Juni 2015
Melihat Pejeng di Pameran Foto “PEJENGKU”
WARGA Desa Pejeng patut bangga karena kaya dengan potensi sumber daya alam (SDA) serta sumber daya manusia (SDM) bidang fotografi. Hal tersebut bisa dilihat dari pameran foto bertajuk “PEJENGKU” yang digelar di Wantilan Pura Penataran Sasih 23 – 30 Juni 2015. Potensi desa tersebut diabadikan oleh anak-anak muda Pejeng yang tergabung dalam “Galang Sanje Photographer” (GSP) dalam berbagai karya foto yang dipajang pada pameran tersebut.
Sebanyak 60 foto
dipamerkan yang digelar serangkaian Warmadewa Competitions ini. Ketua Karang
Taruna Warmadewa Desa Pejeng, A A Gde Oka Santika mengatakan sebenarnya ide
pameran ini sudah muncul sekitar dua tahun yang lalu. “Kami bersyukur, akhirnya
pameran ini bisa digelar sekarang ini,” ujar Agung Oka. Pameran ini mendapat
dukungan penuh dari Perbekel Pejeng Cokorda Agung Kusuma Yudha serta Lite
Institute.
Pameran yang dibuka Asisten Administrasi
Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Gianyar I Ketut Suweta, juga dihadiri Camat
Tampaksiring, Kapolsek Tampaksiring, Danramil dan tokoh Masyarakat Desa Pejeng.
Lebih lanjut Gung Santika mengatakan pameran ini merupakan kali pertamanya digelar. Pameran menampilkan aktivitas keseharian warga, tradisi Desa Pejeng, ritual keagamaan, situs purbakala, keindahan alam, potesi budaya dan alam hingga kondisi persampahan serta keluguan dan keceriaan warga. “Sebagai warga, kami bangga dengan potensi Desa Pejeng dan kami mengabadikannya melalui karya foto,” ujar Gung Oka Santika. Melalui pameran foto ini pihaknya ingin memperkenalkan potensi Pejeng ke khalayak luas.
Lebih lanjut Gung Santika mengatakan pameran ini merupakan kali pertamanya digelar. Pameran menampilkan aktivitas keseharian warga, tradisi Desa Pejeng, ritual keagamaan, situs purbakala, keindahan alam, potesi budaya dan alam hingga kondisi persampahan serta keluguan dan keceriaan warga. “Sebagai warga, kami bangga dengan potensi Desa Pejeng dan kami mengabadikannya melalui karya foto,” ujar Gung Oka Santika. Melalui pameran foto ini pihaknya ingin memperkenalkan potensi Pejeng ke khalayak luas.
Perbekel Pejeng, Cokorda
Agung Kusuma Yuda mengatakan, potensi Desa Pejeng sangat banyak. Untuk itu,
melalui foto ini pihaknya ingin memperkenalkan kepada masyarakat tidak hanya
masyarakat luar baik domestik maupun internasional, namun juga kepada warga
Desa Pejeng sendiri. Terkadang warga tidak melihat, bahwa apa yang selama ini
ada di depan mereka memiliki potensi besar jika digali dan dikembangkan. “Kami
ingin mengajak warga Desa pejeng mencintai dan bangga dengan desa mereka. Ada
begitu banyak potensi disini,” ujar Cok Agung.
Asisten II Sekkab Gianyar, Ketut Suweta mengatakan Pemkab Gianyar sangat mendukung kegiatan ini selain sebagai ajang promosi Desa Pejeng yang kaya akan potensi seni dan budaya serta situs purbakala, juga merupakan wadah mengembangkan kreatifitas warga dan mengembangkan ekonomi kreatif melalui foto. Pihaknya pun berharap kegiatan pameran ini akan menjadi agenda rutin tahunan. (dey)
Asisten II Sekkab Gianyar, Ketut Suweta mengatakan Pemkab Gianyar sangat mendukung kegiatan ini selain sebagai ajang promosi Desa Pejeng yang kaya akan potensi seni dan budaya serta situs purbakala, juga merupakan wadah mengembangkan kreatifitas warga dan mengembangkan ekonomi kreatif melalui foto. Pihaknya pun berharap kegiatan pameran ini akan menjadi agenda rutin tahunan. (dey)
Sabtu, 30 Mei 2015
Cok Putra Pemayun Dikukuhkan Sebagai Bendesa Pejeng
![]() |
| Bendesa serta seluruh prajuru foto bersama usai dikukuhkan (foto:www.pejeng.desa.id) |
KRAMA Jero Kuta Pejeng kini punya Bendesa Pakraman anyar. Dia adalah tokoh Puri Agung Somanagera Pejeng Cokorda Gde Putra Pemayun. Upacara makalayangan telah dilangsungkan di Pura Puseh/Desa Pejeng, bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Kulantir, Selasa 26 Mei 2015.
Upacara ini dipuput Ida Pedanda Wayahan Bun, Geriya Sanur, Pejeng. Pada kesempatan yang sama juga dilangsungkan prosesi pekalayangan sekaligus pengukuhan Kerta Desa Jero Kuta Pejeng. Setelah melakukan prosesi makalayang dilanjutkan dengan pengukuhan di Wantilan Pura Penataran Sasih.
Cokorda Gde Putra Pemayun dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh krama desa Jero Kuta Pejeng, karena telah member kepercayaan kepada dirinya mengemban tugas berat sebagai bendesa. Pada kesempatan itu pula bendesa yang juga anggota DPRD Gianyar dari Partai Gerindra ini mengajak seluruh krama bersama-sama ngayah mebangun Pejeng.
Hadir dalam rangkaian upacara pengukuhan bendesa dan kerta desa Jero Kuta Pejeng ini di antaranya, Majelis Madya Desa Pakraman Kabupaten Gianyar, Camat beserta unsur Muspika Tampaksiring, PHDI Kecamatan Tampaksiring, Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Tampaksiring, Perbekel Desa Pejeng, Kelian Banjar serta seluruh unsur masyarakat. (dey)
Kamis, 30 April 2015
Sekkab Gianyar Sidak Kantin SD1 Pejeng
PEJENG, Sekolah Dasar
Negeri (SDN) 1 Pejeng kedatangan tamu istimewa, Selasa (28/4). Dia adalah Sekkab Ida Bagus Gaga Adi Saputra.
Kedatangan pejabat penting Pemkab Gianyar ke sekolah tertua di Pejeng itu tentu
saja membuat sejumlah guru serta siswa sekolah setempat sedikit kaget.Pasalnya
kehadiranya sangat mendadak, sehingga pihak sekolah tidak ada persiapan
penyambutan. Pedagang di kantin sekolah pun mengaku tidak menyangka bakal
kedatangan pejabat penting.
Tentu saja pihak sekolah
kaget atas kehadiran Sekkab IB Gaga, karena tujuannya untuk melakukan inspeksi
mendadak (sidak). Selain untuk melihat proses belajar mengajar di sekolah
setempat, juga memantau kantin sekolah. Hal ini berkaitan dengan program pemerintah
mewujudkan Gianyar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
Sebagaimana diketahui, siswa sekolah merupakan langganan setia bagi kantin. Karenanya, keberadaan kantin ini perlu mendapat pengawasan, khususnya terkait dengan produk makanan dan minuman yang dijualnya. Tujuannya, agar anak-anak tidak menjadi korban produk makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Sebagaimana diketahui, siswa sekolah merupakan langganan setia bagi kantin. Karenanya, keberadaan kantin ini perlu mendapat pengawasan, khususnya terkait dengan produk makanan dan minuman yang dijualnya. Tujuannya, agar anak-anak tidak menjadi korban produk makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya.
“Jenis dan kualitas
makanan dan minuman yang dijual di kantin harus selalu dilakukan pengawasan dan
pengecekan sehingga benar-benar sehat. Jangan sampai makanan dan minuman yang
dijual di kantin sekolah mengandung 5P yakni,
pemanis, pengenyal, pengawet, pewarna dan penyedap.Bila hal ini tidak dilakukan
pengawasan akan merusak kesehatan siswa dan akan berdampak pada kualitas
sumberdaya manusia kedepannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala
SD 1 Pejeng Pande Made Murta mengatakan pihaknya sudah melakukan pengawasan
terhadap keberadan kantin sekolah, khususnya dari sisi kebersihan. Pihaknya
juga selalu mengingatkan para pedagang agar tidak menjual produk makanan atau
minuman yang membahayakan kesehatan siswa. “sementara ini memang belaum ada
masalah,” ujarnya. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan
pembinaan kepada para pedagang kantin dan seluruh warga sekolah. (dey, hms)Selasa, 31 Maret 2015
Pecalang Tindak Tegas Pelanggar Nyepi
PEJENG, Nyepi sipeng. Bagi warga yang ketahuan kelaur
rumah akan dikenakan sanksi. Pengumummaman tersebut berulangkali disampaikan
prajuru desa saat piodalan di Pura Penataran Sasih Pejeng. Seluruh krama Jero Kuta
Pejeng tampaknya mengindahkan pengumuman tersebut. Buktinya, saat Nyepi,
suasana Desa Pejeng benar-benar hening, sunyi dan sepi (sipeng).
Kondisi sipeng ini rupanya dirasakan para pecalang desa
pakraman jro Kuta Pejeng. Mereka tidak perlu kucing-kucingan dengan warga,
khususnya anak-anak yang mencoba bermain di luar rumah. “jika dibandingkan
Nyepi tahun-tahun sebelumnya, perayaan Nyepi kali ini jauh lebih tertib dan sipeng,”
ujar Kelian Pecalang A.A Gede Putera dalam sebuah kesempatan.
Namun demikian, diakui masih ditemukan sejumlah pelanggaran
di beberapa lokasi di lingkungan Jero Kuta Pejeng. Seperti yang terjadi di
Banjar Pande, pecalang menemukan sejumlah anak yang mengarak ogoh-ogoh saat
Nyepi. Melihat hal itu, tentu saja pecalang terpaksa bertindak tegas, demi
menegakkan aturan yang ada.
Bersama orangtuanya, anak-anak tersebut telah dipanggil dan “disidang”
di kantor desa beberapa hari setelah hari raya Nyepi. Tidak cukup sampai
disitu, mereka juga dikenakan sanksi ngayah gotong-royong merabas alang-alang di
areal Pura Pusering Jagat. Sanksi tersebut telah mereka jalani di bawah
pengawasan langsung pecalang. Anak-anak itu pun tampak manut, menuruti apa
perintah dari pecalang.
Sanksi seperti itu hendaknya dijadikan pelajaran bagi warga
Pejeng pada umumnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Jangan nodai hari suci “nyepi” ini. Kalau bukan kita (sebagai umat Hindu) yang menghormati
hari suci ini, lalu siapa lagi? (dey)
Sabtu, 28 Februari 2015
Pasupati Ida Sasuhunan Ratu Agung
PEJENG, Ratusan krama se-Jero Kuta Pejeng tampak memadati areal Pura
Pusering, saat Tilem Kaulu, Rabu 18 Februari 2015. Kehadiran krama lanang lan
istri serta anak-anak itu serangkaian prosesi pasupati Ida Bethara Sasuhunan
Ratu Agung. Upacara ini dilaksanakan serangkaian selesainya proses “maodak” Ida
Ratu Agung sejak beberapa bulan sebelumnya.
Diawali dengan ritual serta persembahyangan bersama di Pura
Pusering Jagat, selanjutnya seluruh krama ngiring Ida Bethara Ratu Agung ke
Pura Dalem Tengaling. Suasana magis sangat terasa begitu Ida Bethara tiba di
jaba Pura Mrajapati. Setelah menjalani ritual di Pura Mrajapati, Ida Bethara Ratu
Agung lunga ke jeroan Pura Dalem Tengaling diiringi ratusan krama.
Setelah melinggih sejenak di Pura Dalem, Ida Ratu Agung kembali katurang yadnya dipuput Pemangku Pura setempat.
Pada saat itu kembali dilaksanakan persembahyangan bersama. Usai
persembahyangan bersama, seluruh krama kembali ngiring Ida Ratu Agung mewali
budal ke Pura Pusering Jagat. (dey)
Sabtu, 31 Januari 2015
Khusyuk, Perayaan Siwaratri di Pejeng
PEJENG, Sehari sebelum Tilem sasih Kapitu umat
hindu memperingati Hari Siwaratri. Tak terkecuali warga masyarakat Pejeng,
merayakan malam renungan suci itu dengan maturan ke sejumlah pura yang ada di
wilayah Desa Pakraman Jro Kuta Pejeng.
Mulai oukul 19.00
wita, ratusan umat hindu di Pejeng sudah pedek tangkil di Pura Penataran Sasih.
Di Pura inilah dipusatkan perayaan hari Siwaratri, pada Senin 19 Januari 2015.
Setelah dilakukan persembahyangan bersama yang dipimpin langsung Pemangku Pura
Penataran Sasih dilanjutkan dengan dharma wacana serta makekawin yang
mengisahkan Sang Lubdaka seorang pemburu binatang, yang terbebas dari dosa
karena bergadang semalam suntuk saat malam Siwaratri.
Setelah melakukan
persembahyangan di Pura Penataran Sasih, sejumlah warga melanjutkan sembahyang
di Pura Dalem, Pura Puseh/Desa, Pura Manik Corong, Pura Kebo Edan hingga Pura Pusering Jagat.
Suasana jalan
raya Pejeng pada malam itu pun ramai oleh lalu lalang umat yang hendak
sembahyang. Cuaca ayang cukup bersahabat pada malam itu membuat perayaan
Siwartri berlangsung khusyuk.
Mengutip penjelasan Ida pedanda Gunung, bahwa dalam
Siwarati umat manusia berusaha menyadarkan diri, sehingga terhindar dari papa
(kegelapan pikiran dan jiwa) seperti yang tertuang dalam puja tri sandya
"Om papo'ham papakarmaham papatma papasambhavah" yang pada akhirnya
akan menghindarkan manusia dari segala perbuatan dosa.
Dijelaskan pula, dalam diri manuasia bersemayam Tuhan
beserta sifat-sifat ketuhanan, namun seiring perjalanan hidup, kegelapan dan
ilusi duniawi membuat manusia semakin lupa akan asal dan jati diri. Jika di
urut dari asal katanya, Siwa itu
dapat diartikan sebagai terang dan Ratri
itu dapat diarikan gelap. Jadi Siwaratri dapat diartikan bahwa yang terang
telah menjadi gelap dan yang gelap menjadi terang kembali. Nah, melalui
perayaan Siwaratri diharapkan manusia sadar akan dirinya dan tidak mengulangi
perbuatan dosa. (dey)
Langganan:
Postingan (Atom)








