Sabtu, 24 Oktober 2020

NYENGKER SETRA SERANGKAIAN KARYA PADUDUSAN ALIT DI PURA KEBO EDAN





PEJENG - Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng menggelar ritual nyengker setra, Sabtu 24 Oktober 2020. Upacara yang dimulai sekitar pukul 16.00 wita dipusatkan di setra adat Jero Kuta Pejeng ini dipuput Ida Pedanda Geriya Sanding Lingsir. 

Pantauan di lapangan, sejak pukul 15.30 wita, krama --yang memiliki "sawa" atau ada anggota keluarganya meninggal dan dikubur di setra setempat-- sudah berdatangan ke lokasi. Mereka membawa berbagai banten sesajen serta berbagai perlengkapan untuk keperluan upacara nyengker setra. Sejumlah panitia juga tampak sigap membantu para Pemangku yang turut hadir dalam upacara ini.
Sekitar pukul 16.10 wita, upacara pun dimulai dari Pura Prajapati, dipuput Ida Pedanda Geriya Sanding Lingsir. Sementara krama duduk tertib di hadapan kuburan anggota keluarganya, sembari menunggu tahapan demi tahapan upacara. 
Upacara ini ditandai dengan ritual pemercikan tirta penyengker oleh Pemangku Dalem Tengaling ke masing-masing kuburan. 
Mengutip dudonan upakara-upacara karya padudusan alit Pura Kebo Edan 2020, pascaritual nyengker setra misalnya ada warga yang meninggal dunia, agar setra atau lokasi penguburan terlebih dahulu dipercikkan tirta pangruwak. Setelah semua upakara penguburan usai, kembali dipercikkan tirta penyengker. "Yening setra sampun masengker, prade wenten sane seda, siratin setra ne dumun antuktirta pengruwak, wus puput pula-pali, malih siratin tirta penyengker," demikian dudonan upakara-upacara karya padudusan alit Pura Kebo Edan 2020, terkait ritual nyengker setra ini. 

Ketua Panitia Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Resi Gana, Walik Sumpah lan Padudusan Alit Dewa Ngakan Nyoman Suardita menyampaikan, upacara ngeruwak setra akan dilaksanakan Rabu, 09 Desember 2020, setelah seluruh rangkaian upacara karya padudusan alit di Pura Kebo Edan usai. (DEWA SUAMBA)

Tidak ada komentar: