Senin, 03 Juni 2019

TERLIBAT SANGHYANG, PEJENG LENGANG

PEJENG - Parade budaya serangkaian HUT ke-248 Kota Gianyar, Rabu 1 Mei 2019, menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga Pejeng. Betapa tidak, karena dalam parade budaya tersebut ada sebanyak 700 seniman Pejeng dan Pejeng Kawan yang terlibat di dalamnya. Tidak mengherankan jika suasana Pejeng hari itu lengang dan aktifitas warga pun sedikit terganggu, lantaran banyak warga yang terlibat di dalam event tahunan itu. Di antaranya ada yang ikut kelompok gerong yang melantunkan lagu-lagu suci sanghyang jaran, ada yang sebagai jegeg-bagus, ada pula sebagai penari cak dan sanghyang jaran.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 06.30 wita puluhan atau bahkan ratusan warga yang ikut dalam parade budaya sudah berkumpul di balai banjarnya masing-masing. Di sana sudah ada sejumlah tenaga salon yang siap meriasnya. Saking banyaknya, beberapa di antaranya ada yang langsung menuju tempat-tempat salon terdekat.
Di pihak lain, akibat sebagian besar warga yang terlibat dalam pawai budaya ini pelaksanaan upacara piodalan di Pura Taman Sari pun terpaksa dilaksanakan lebih awal.
"Biasanya upacara piodalan dilangsungkan pada malam hari, sekitar pukul 19.00 wita, tapi kali ini dilaksanakan pagi hari sekitar pukul 08.00 wita. Itu karena banyak warga kami yang ikut parade budaya," ujar Kelihan Adat Banjar Puseh Pejeng, I Dewa Made Dana di sela-sela ngayah.
Parade budaya ini juga berdampak terhadap aktifitas perekonomian warga. Yang mana, pasar Pejeng yang biasanya ramai sejak pagi hingga sore harinya, khusus pada hari Rabu 1 Mei 2019 itu terasa agak lengang. "Ya, terasa sepi..., karena sebagian besar warga sibuk mempersiapkan diri pentas di Gianyar," ujar Dewa Yoga, salah seorang pedagang.
Sebagaimana informasi yang dikumpulkan PEWARTA PEJENG, parade budaya kali ini melibatkan sekitar 700 warga. Dalam satu keluarga bahkan ada yang terlibat di semua kelompok seni. Ada sebagai penari sanghyang jaran, penari cak, gerong, jegeg-bagus, hingga penabuh gong beri. Belum lagi warga yang menjadi penonton dan "supporter" berbondong-bondong ke Gianyar, sehingga suasana Desa Pejeng pada hari itu benar-benar lengang. (dey)

Tidak ada komentar: