Jumat, 31 Juli 2020

PEMEDEK HARUS TAATI PROTOKOL KESEHATAN

KARYA PADUDUSAN PURA PUSERING JAGAT DI TENGAH PANDEMI 


PEJENG - Walau pandemi Covid-19 hingga kini masih berkecamuk, namun karya padudusan di Pura Pusering Jagat Pejeng tetap dilaksanakan, bertepatan Purnamaning Karo, Senin 3 Agustus 2020. Hanya saja pelaksanaannya lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tanpa mengurangi makna dari karya padudusan ini. Dalam artian, ada beberapa ritual yang biasanya dilaksanakan setiap karya padudusan, kali ini dilaksanakan secara ngubeng. Begitu pula prosesi nedunang Ida Bhatara dari Pura-Pura se-Jero Kuta Pejeng ditiadakan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Bendesa Desa Adat Jero Kuta Pejeng Cokorda Gede Putra Pemayun menyampaikan, ritual nyangling, mabejian serta prosesi memasar dilaksanakan secara ngubeng. Jadwal maturan pun diatur secara bergiliran bagi krama banjar se-Desa Adat Jero Kuta Pejeng. Krama Banjar Intaran maturan pada saat puncak karya (Senin 3 Agustus 2020), sedangkan krama Banjar Guliang maturan pada saat Umanis Karya (Selasa, 4 Agustus 2020). Pada pahing karya (Rabu 5 Agustus 2020) yang mendapat giliran maturan adalah krama Banjar Puseh. Sedangkan krama Banjar Pande maturan pada pon karya bersamaan ritual nyineb (Kamis, 6 Agustus 2020). ''Itu semua untuk mengurangi kerumunan warga sesuai protokol kesehatan,'' ucap Cokorda Putra Pemayun.

Seluruh upacara tersebut --mulai dari puncak karya hingga katuran bhakti penganyar-- dilaksanakan pagi hari sekitar pukul 10.00 wita. "Bagi pemedek dari luar desa Pejeng dipersilahkan tangkil, namun tetap memperhatikan dan menaati protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19,'' tandas Bendesa Cokorda Gede Putra Pemayun. Sehubungan hal itu pula nataran pura sudah diisi tanda silang (X) sebagai pembatas duduk antara pemedek saat sembahyang. 

Menurut informasi, serangkaian karya padudusan ini juga dilaksanakan ritual pawintenan pemangku Ratu Sudamala serta pekalahyangan Pemangku Pura Pusering Jagat. Ritual ini akan dilaksanakan pada
saat Munggah Canang, Minggu (2 Agustus 2020). 
Serangkaian karya padudusan ini krama dari empat banjar yang ada di wilayah Desa Adat Jero Kuta Pejeng ini telah memulai ngayah sejak Sabtu, 25 Juli 2020. Diawali ngayah mareresik di sisi timur dan utara Pura (amongan Br. Intaran), di jeroan (Br. Guliang) di jaba tengah (Br. Puseh) serta krama Banjar Pande ngayah mareresik di jaba tengah hingga ke jalur Tukad Kelebutan. Pada saat bersamaan krama banjar Intaran mendirikan tetaring di depan pengaruman, sedangkan krama banjar Guliang mendirikan lap-lapan di depan sejumlah pelinggih di jeroan pura.

Meski mengerahkan krama banjar, namun semuanya tampak menaati protokol kesehatan di bawah pengawasan pecalang yang juga Satgas Covid-19 Desa Pejeng. Lihat saja di pojok kaja kangin areal jaba tengah dekat kalangan tajen, di sana tersedia tempat cuci tangan lengkap dengan sabun cair. Menariknya, tanpa ada yang mengomando warga yang ngayah pun memanfaatkan fasilitas cuci tangan tersebut secara bergiliran. (Dewa Suamba)

Tidak ada komentar: